2 January 2010 View Comments

4 Pelajaran Yang Saya Dapat Selama 2009

Happy New Year 2010

2009 has ended, and I’m sure it was a great year for you! Detik terakhir 31 Desember hampir selalu menjadi detik yang paling menakjubkan dalam hidup kita. Butuh dua hari untuk menelusuri jejak-jejak ingatan setahun silam, menyadari semua perubahan-perubahan yang saya alami selama setahun, dan menuliskan empat pelajaran terpenting yang telah mengawal diri saya sekarang demi perubahan di tahun baru.

Menemukan passion, konstruksi lingkaran sosial, belajar meninggalkan zona nyaman, interaksi sosial, dan banyak pelajaran lainnya yang saya peroleh di 2009. Semuanya menjadi sangat menyenangkan—lebih menyenangkan dan mencerahkan setelah saya menyadarinya.

Resiko yang tak pernah mengecewakan

Jadi, 2009 memberi banyak pengalaman (dan kegagalan) yang sebenarnya tidak mengecewakan (seperti kelihatannya) dan tidak terpikirkan di tahun-tahun sebelumnya, sepanjang hidup saya.

Dua kunci utama yang selalu membekali saya menghadapi semua reaksi akibat langkah perubahan yang saya ambil adalah fokus saja pada apa yang saya mau, serta melakukan selebrasi dan memberi ‘hadiah’ untuk diri sendiri atas tindakan perubahan apapun yang saya lakukan. Hasilnya, saya tidak menganggap kegagalan yang saya terima sebagai kegagalan. Saya cukup menganggap diri saya hebat atas keberanian saya membuat kegagalan tersebut—dan saya merayakannya dengan menghadiahi diri sendiri dengan sesuatu yang spesial yang jarang saya beri untuk diri sendiri.

Jadi apapun yang kamu mau di tahun ini, fokuskan saja dan hadapi saja semua kegagalannya. Kamu ingin punya banyak teman? Kamu bisa pelajari hal-hal baru dan masukilah komunitas mereka. Apa yang kamu dapat nanti adalah ilmu dan pengalaman baru, serta interaksi sosial yang menarik. Coba saja ;)

Atau kamu bisa berkumpul lagi dan jalan bareng dengan kelompok teman-teman lama yang populer di sekolahmu dulu. Jika selama ini kamu jarang bergaul, mungkin kamu bakal dianggap canggung secara sosial. Tak masalah teman, dulu saya juga sering mengalaminya. Hadapi saja kegagalanmu, dan jangan lupa rayakan keberanianmu—mungkin bisa dengan membeli makanan-makanan enak untuk dirimu sendiri—sebagai penawar kekecewaan atas kegagalanmu.

Bagaimana mencintai dan menghargai diri sendiri

Bagaimana kamu memandang dirimu sendiri selama ini? Apa kamu melihatnya sebagai sosok yang hebat, unik, berbeda? Atau manusia yang selalu terlihat kurang, tidak menarik, dan tidak punya bakat? Apapun yang kamu lihat, itulah yang membuat dirimu menjadi seperti sekarang ini.

Tahun 2009 mengajarkan saya banyak hal, tentang bagaimana menjadikan diri lebih dicintai orang lain dengan lebih mencintai diri sendiri. Ini mengingatkan saya ketika dulu saya sibuk dengan urusan bagaimana membuat saya disukai orang banyak—tanpa jauh berpikir apakah saya telah benar-benar lebih mencintai diri sendiri daripada mereka menyukai saya. Ya, saya melakukan apapun untuk membuat mereka tidak berhenti menyukai saya.

Guys, aneh sekali kalau kita selalu berbuat untuk menyenangkan semua orang. Itu tidak mungkin. Tak ada kebahagiaan yang kita terima dari mereka yang kita buat senang. Kita akan selalu sensitif menerima reaksi orang-orang sekitar. Respon yang baik akan membahagiakan untuk sesaat, dan respon yang buruk akan memenuhi kepala kita dengan pertanyaan “apa yang salah?”. Hidup yang selalu didikte orang, dan terus-menerus melakukan approval seeking. Kita akan terus menyenangkan orang tanpa membuat diri kita sendiri bahagia.

Bagaimana melatih ketrampilan komunikasi dengan mendengar dan menulis

Mungkin kita sedikit menyadari bahwa terampil berkomunikasi tidak melulu soal bicara banyak pada orang lain. Pembicara yang hebat adalah pendengar yang hebat pula. Dan untuk menjadi pendengar yang baik pun bukan persoalan tentang mendengar omongan orang saja. Banyak hal telah saya pelajari yang saya tulis di artikel Apakah Kamu Pendengar Yang Baik?

Bagaimana dengan menulis? Sungguh saya telah merasakan perubahan besar dalam diri sejak pertama kali menulis. Mulai dari pendewasaan pikiran sampai kemampuan berkomunikasi secara umum.

Menulis sangat mudah dilakukan, apalagi sejak era Web 2.0 yang menyediakan banyak sarana tulis menulis menggunakan media sosial online. Cobalah blog, it can improve your communication skills in a particular way!

Menemukan sahabat baru yang suportif

Perubahan ternyata sangat berat dan seolah tanpa arti bila dilakukan sendiri tanpa dukungan sahabat. Kamu bisa saja menenangkan diri sendiri dengan berpikir optimis, tapi kenyataannya sangat sulit melangkah untuk berubah bila teman-teman dekatmu adalah tipe pencemooh yang sering memojokkanmu dengan kata-kata “eh emang lu itu siapa, nggak usah banyak mimpi deh“. Saya sering dengar bisikan remehan teman-teman pada seorang teman saya yang sedang berjuang keras untuk berubah.

Jadi apa yang bisa kita lakukan? Berontak dengan diri sendiri keluar mencari teman-teman baru. Sahabat yang punya tujuan sama dengan kita, atau yang telah jauh sukses mendahului kita. Ingat, teman-teman tersebut sangat menentukan masa depan kita nanti.

Wishing you an enchanting new year! Selamat menikmati sisa liburan! ;)

Gambar diadaptasi dari Happy Holidays.

  • wew.. moga tahun ini jadi lebih baik..^^
  • pelajaran yang didapat mas Fandy ini benar2 menginspirasi saya. nice sharing mas.
  • mantap gan motivasi dan pelajaran yg didapat :)
  • Qie
    pelajar yg indah untuk di shareing :D
  • Sepertinya Mas Fandy ini salah satu orang yang sudah melewati jalan-jalan yang ingin saya tuju. Mau ya jadi pembimbing saya??? :D
  • happylime
    Hehe mending kita lewati sama-sama mas :D
  • Kalau gitu, ayok Mas... :D
blog comments powered by Disqus