2 November 2009 View Comments

Passion Kamu Apa?

Dreams

Selalu ada cerita menarik yang terlintas di kepala setelah weekend. Pagi ini saya akan cerita sedikit tentang apa yang saya yakini sebagai salah satu kunci kebahagiaan terbesar dalam hidup: passion (sampai sekarang saya belum berhasil menemukan padanan kata yang tepat untuk itu, karena saya pikir passion itu lebih dari sekedar “gairah” :D ).

Salah satu kebiasaan buruk saya dalam mengawali pagi adalah membuka Facebook, Twitter, dan e-mail. Kenapa saya bilang buruk? Karena kebiasaan tersebut biasanya menunda apa yang seharusnya saya lakukan di depan komputer: melakukan pekerjaan sebenarnya dan menjadi produktif. Membalas setiap pesan atau komentar di jejaring sosial dan email tidak memberi saya uang. Namun karena membaca status teman-teman pagi inilah saya jadi teringat dengan seorang teman lama saya yang pernah mengeluh di Facebook, tentang apa yang dilakukannya selama ini yang tidak sejalan dengan passion-nya.

Dia wanita. Teman lama saya yang bertahun-tahun tidak berjumpa. Seperti kebanyakan anak muda 20-an, kesibukannya sehari-hari adalah kuliah, sama seperti saya. Dan teman saya itu punya kegiatan lain yang mungkin membuatnya makin sibuk di hari-harinya: menjalankan usaha percetakan dan kafe di kota saya.

Tentu saja dia kaya dengan usahanya itu. Saya tahu dia menjalaninya atas dorongan orangtuanya. Kegiatan yang hebat, pikir saya, karena tidak banyak mahasiswa seusianya mau mengubah hidupnya dengan melakukan sesuatu yang tidak dilakukan orang lain. Dan pada suatu waktu tak sengaja saya membaca tentang keluhannya yang membuat saya sejenak memusatkan perhatian kepada teman saya itu.

Di statusnya dia bersedih karena merasa tangannya tidak mampu lagi menggambar rancangan pakaian seperti dulu. Dia punya impian menjadi fashion designer, teman. Dan teman saya merasa semua kesibukan yang dia jalani sekarang yang mengubur ketrampilannya itu. Terus terang saya tidak bisa berkomentar banyak di statusnya, tetapi kalau saya bertemu dengannya saat itu saya akan menyarankan untuk tetap menjalaninya asal itu tidak menjadi tujuan utama hidupnya. Saya akan katakan bahwa passion itu haruslah tetap menjadi tujuan akhir hidup, dan kadang hal-hal yang tidak kita sukai justru akan membuka jalan menuju passion kita.

Sesungguhnya dia tidak sendiri. Banyak teman-teman lain, bahkan saya sendiri dan mungkin kalian juga pernah mengalaminya. Saya pernah membuat orangtua saya menangis kecewa karena akhirnya saya berterus terang apa yang saya jalani sesuai kemauan mereka selama ini tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. Saya punya cita-cita, saya bukan lagi anak SMA yang masih harus melakukan apa yang diarahkan orang tua. Saya bilang bahwa yang saya lakukan selama berkuliah hanya untuk menyenangkan mereka, dan karena itu mereka kecewa. Saya katakan bahwa saya akan mengikuti passion saya sendiri nanti, dan tetap akan berusaha membuat mereka bangga dengan hal itu.

Apa sih passion itu?

Seperti yang pernah ditulis di Ruang Freelance, bahwa passion itu adalah sesuatu yang mendorong kamu untuk terus mencoba walaupun harus jatuh bangun di bidang yang yang kamu geluti. Dan kamu melakukannya dengan penuh kesenangan hati, bukan terus menerus ngedumel dan mengeluh, menyalahkan kehidupan yang kamu anggap tidak adil kepadamu.

Semua orang pernah mengalami tekanan. Saya belum mendapat hasil yang besar dari passion yang saya jalani, dan karena itulah pandangan sebelah mata sering saya terima dari orang lain. Saya punya kehidupan dan tujuan sendiri. Itu hidup saya, untuk kebahagiaan saya, dan tak ada seorangpun yang boleh mengaturnya termasuk orang tua sendiri.

Dan karena passion itulah saya telah banyak berubah. Saya jauh lebih bahagia dalam keseharian saya. Sekarang saya bisa melompat-lompat setiap pagi, tersenyum kepada semua teman di hari itu, bercanda ria “memukuli” teman laki-laki saya dan guyon dengan teman-teman perempuan saya. Sesuatu yang tidak saya dapatkan waktu berusia belasan dulu.

Saya yakin dengan passion saya dan kalian juga harus. Kalian harus janji pada diri kalian sendiri. Hidup itu cuma sekali dan merugilah kita jika tidak menjadi apa-apa dan mendapatkan kebahagiaan dalam hidup.

Selamat menikmati hari Senin ;)

Foto oleh: Dropular

Tags:
  • Saya udah ketemu passion yang pas, jadi problogger.selain dari segi materi membuat hidup saya lebih baik dari situ ternyata sambil melakukan sesuatu yang saya suka (oprek2 html,php, seo, wp theme,dll) saya juga bisa mendapatkan keuntungan finansial.
  • happylime
    Terima kasih komennya :)
    Kira-kira sama lah dengan saya hehe, tapi kegiatan di depan komputer seperti itu lebih saya efisienkan sekarang, karena kalau tidak malah akan sangat menyita waktu untuk peningkatan kualitas kehidupan sosial saya.
    Semoga makin sukses mas :)
  • ngomong2 soal kehidupan sosial (teman saya semuanya dunia maya), kayaknya harus ikut cara mas fandy nih :( waktu saya terus terang banyak habis di depan komputer :(
  • saya merasa apa yg saya jalani sekarang adalah yang terbaik buat saya, saya lupa apakah ini yg menjadi cita-cita saya dulu. menjadi ibu rumah tangga, menjadi sebuah ordinat pada tempat saya bekerja, semua membuat saya exciting, mengurus dan membesarkan anak, mengatur rumah tangga, mengatur staf, membuat keputusan penting, semua membutuhkan tenaga, menguras pikiran dan perasaan.

    Passion yang anda sebutkan bisa jadi bukan terletak pada hal-hal besar didalam hidup, ya khan Mas :) bisa jadi itu sebuah hobby kecil seperti menanam bunga atau latihan aerobik 2 kali seminggu hehee

    Ketika menuliskan komentar ini setelah membaca tulisan Anda, saya merasa sangat bersemangat dan bahagia...itu juga passion khan?

    Tulisan Anda sangat menginspirasi, terima kasih telah berbagi :)
  • halamanputih
    Kadang passion dapat berubah seiring dengan berubahnya aktivitas kehidupan yang digeluti. yang tadinya tidak suka, berubah jadi suka karena selalu bersentuhan dengannya.

    Masa2 yang paling menyenangkan adalah saat kita masih kecil, senangnya cuma main, main dan bermain. bagi saya pribadi masa2 di SD dan sebelumnya adalah masa yang paling membahagiakan.

    Salam,
    HALAMAN PUTIH
  • hai...kunjugan balik niy... :)
    baca baca dulu ya...
  • doblehyangmalang
    selamat malam
    salam hangat selalu
    kunjungan perdana
  • Bagaimana dengan meninggalkan passion utk passion yang lain? saya pernah melakukannya..... meninggalkan dunia musik demi dunia IT, stop utk membaca partitur dan mulai belajar membaca script PHP.... hihihi ternyata sama ribetnya...

    Saya juga pernah membuat orang tua saya kuciwa karena saya tidak mau bekerja sebagai arsitek...

    Menjadi programmer adalah My Favorite Mistake mas.... hehehehe

    Salam, sekalian mengamakan pertamax
  • happylime
    Meninggalkan passion demi passion yang lain? Hmm sangat menarik mas. Kalau menurut saya tidak ada salahnya menjalani kedua-duanya. Passion itu lentera dalam diri sendiri mas, dan tidak bisa kita tinggalkan. Passion agak berbeda dengan hobi, yang hanya merupakan kegemaran biasa. Passion bisa dijadikan jalan hidup, dan passion juga bisa berawal dari hobi.
    Saya juga memiliki banyak passion, semuanya berjalan beriringan dan saling melengkapi. Saya ingin jadi web designer lah, penulis lah, tapi di lain waktu sangat menggebu-gebu ingin menjadi gitaris rock hehe :D. Saya pelajari semuanya dan sangat menikmatinya, dan mungkin suatu saat nanti akan menemukan yang paling cocok untuk hidup saya, saya akan menjalaninya :)
blog comments powered by Disqus