Passion Kamu Apa?

Selalu ada cerita menarik yang terlintas di kepala setelah weekend. Pagi ini saya akan cerita sedikit tentang apa yang saya yakini sebagai salah satu kunci kebahagiaan terbesar dalam hidup: passion (sampai sekarang saya belum berhasil menemukan padanan kata yang tepat untuk itu, karena saya pikir passion itu lebih dari sekedar “gairah”
).
Salah satu kebiasaan buruk saya dalam mengawali pagi adalah membuka Facebook, Twitter, dan e-mail. Kenapa saya bilang buruk? Karena kebiasaan tersebut biasanya menunda apa yang seharusnya saya lakukan di depan komputer: melakukan pekerjaan sebenarnya dan menjadi produktif. Membalas setiap pesan atau komentar di jejaring sosial dan email tidak memberi saya uang. Namun karena membaca status teman-teman pagi inilah saya jadi teringat dengan seorang teman lama saya yang pernah mengeluh di Facebook, tentang apa yang dilakukannya selama ini yang tidak sejalan dengan passion-nya.
Dia wanita. Teman lama saya yang bertahun-tahun tidak berjumpa. Seperti kebanyakan anak muda 20-an, kesibukannya sehari-hari adalah kuliah, sama seperti saya. Dan teman saya itu punya kegiatan lain yang mungkin membuatnya makin sibuk di hari-harinya: menjalankan usaha percetakan dan kafe di kota saya.
Tentu saja dia kaya dengan usahanya itu. Saya tahu dia menjalaninya atas dorongan orangtuanya. Kegiatan yang hebat, pikir saya, karena tidak banyak mahasiswa seusianya mau mengubah hidupnya dengan melakukan sesuatu yang tidak dilakukan orang lain. Dan pada suatu waktu tak sengaja saya membaca tentang keluhannya yang membuat saya sejenak memusatkan perhatian kepada teman saya itu.
Di statusnya dia bersedih karena merasa tangannya tidak mampu lagi menggambar rancangan pakaian seperti dulu. Dia punya impian menjadi fashion designer, teman. Dan teman saya merasa semua kesibukan yang dia jalani sekarang yang mengubur ketrampilannya itu. Terus terang saya tidak bisa berkomentar banyak di statusnya, tetapi kalau saya bertemu dengannya saat itu saya akan menyarankan untuk tetap menjalaninya asal itu tidak menjadi tujuan utama hidupnya. Saya akan katakan bahwa passion itu haruslah tetap menjadi tujuan akhir hidup, dan kadang hal-hal yang tidak kita sukai justru akan membuka jalan menuju passion kita.
Sesungguhnya dia tidak sendiri. Banyak teman-teman lain, bahkan saya sendiri dan mungkin kalian juga pernah mengalaminya. Saya pernah membuat orangtua saya menangis kecewa karena akhirnya saya berterus terang apa yang saya jalani sesuai kemauan mereka selama ini tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. Saya punya cita-cita, saya bukan lagi anak SMA yang masih harus melakukan apa yang diarahkan orang tua. Saya bilang bahwa yang saya lakukan selama berkuliah hanya untuk menyenangkan mereka, dan karena itu mereka kecewa. Saya katakan bahwa saya akan mengikuti passion saya sendiri nanti, dan tetap akan berusaha membuat mereka bangga dengan hal itu.
Apa sih passion itu?
Seperti yang pernah ditulis di Ruang Freelance, bahwa passion itu adalah sesuatu yang mendorong kamu untuk terus mencoba walaupun harus jatuh bangun di bidang yang yang kamu geluti. Dan kamu melakukannya dengan penuh kesenangan hati, bukan terus menerus ngedumel dan mengeluh, menyalahkan kehidupan yang kamu anggap tidak adil kepadamu.
Semua orang pernah mengalami tekanan. Saya belum mendapat hasil yang besar dari passion yang saya jalani, dan karena itulah pandangan sebelah mata sering saya terima dari orang lain. Saya punya kehidupan dan tujuan sendiri. Itu hidup saya, untuk kebahagiaan saya, dan tak ada seorangpun yang boleh mengaturnya termasuk orang tua sendiri.
Dan karena passion itulah saya telah banyak berubah. Saya jauh lebih bahagia dalam keseharian saya. Sekarang saya bisa melompat-lompat setiap pagi, tersenyum kepada semua teman di hari itu, bercanda ria “memukuli” teman laki-laki saya dan guyon dengan teman-teman perempuan saya. Sesuatu yang tidak saya dapatkan waktu berusia belasan dulu.
Saya yakin dengan passion saya dan kalian juga harus. Kalian harus janji pada diri kalian sendiri. Hidup itu cuma sekali dan merugilah kita jika tidak menjadi apa-apa dan mendapatkan kebahagiaan dalam hidup.
Selamat menikmati hari Senin
Foto oleh: Dropular


