17 November 2009 View Comments

Show Me Your Friends. I’ll Show You Your Future

friendship

Seperti yang kalian baca di tweet, minggu lalu saya dapat pengalaman yang berharga dan tak terlupakan. Saya bertemu dengan orang-orang hebat, teman-teman baru dari banyak kota, dalam satu acara seminar dengan support dan semangat brotherhood yang kental di antara kami. Kami melakukan semangat kebersamaan sepanjang hari itu, saling mensupport satu sama lain—bahkan sampai hal-hal kecil seperti berbagi snack untuk sarapan.

Tak ada yang aneh dengan suasana seperti itu, di tengah-tengah peserta yang rata-rata berusia 20 sampai 30-an. Seolah-olah, kami merasa seperti mendapat energi baru tentang arti penting sebuah pertemanan, layaknya anak kecil yang menikmati masa-masa bermain bersama sahabat-sahabat terbaiknya. Bedanya, tak ada lagi ejekan di antara kami. Kami melakukannya dengan mendukung satu sama lain, dengan semangat yang sama, karena kami punya tujuan sama.

Antara pertemanan dan masa depan

Beberapa minggu lalu saya sempat membaca satu artikel di blog seorang internet marketer terkenal bernama Jeremy Schoemaker atau lebih dikenal dengan nama Shoemoney. Artikel itu berjudul Surrounding Yourself With Successful People.

Ada satu quote menarik—dan kontroversial bagi sebagian orang yang menafsirkannya dengan cara pandang berbeda. Kutipan itu bunyinya…

I also surrounded myself with successful people. If you look around your circle of friends and you are the most successful… its time to change your friends.”

Terlepas dari kemungkinan bahwa jika kamu berada di posisi “orang tersukses” di lingkaran pertemananmu, kamu akan benar-benar meninggalkan semua kawanmu :D , ada satu pelajaran menarik yang bisa kita ambil—bahwa pertemanan itu sangat menentukan masa depan kita.

Bicara soal ini, saya malah jadi ingat seorang teman saya waktu SMA dulu. Boleh dibilang dia termasuk anak bandel dan pembuat onar di kelas. Dan setahun kemudian dia berubah 180 derajat—benar-benar berubah menjadi anak rajin dan haus ilmu agama. Saya tahu persis akan hal itu, karena saya berada di lingkaran pertemanan barunya yang mengubah pribadinya sekarang. Teman-teman saya yang mengubahnya.

Mencari teman yang baik memang tidak mudah. Kadang, teman yang telah kita kenal bertahun-tahun tidak dapat membantu kita beranjak maju dari keadaan kita yang sekarang—cuma sekedar teman nongkrong yang menemani guyon setiap hari, yang bisanya hanya menyiuli setiap cewek cantik yang lewat :D .

Ada juga teman yang walaupun baru sepuluh menit kita kenal, tetapi mampu menciptakan ketertarikan dan harapan baru, layaknya teman akrab yang kita kenal bertahun-tahun—seperti yang saya alami minggu lalu.

Apa yang membuat “teman” itu “teman baik” dapat kamu lihat dari keadaanmu sekarang selama berteman dengan mereka. Apa hidupmu lebih baik, atau masih begitu-begitu saja? Seperti yang dikutip dari blog Shomoney di atas, ada satu nasihat bagus untuk mencari teman-teman baru yang mampu membawa kita . Carilah teman-teman suportif, yang tidak menertawakanmu dari belakang saat kamu berusaha melakukan perubahan pada dirimu. I’m sorry guys, saya harus katakan kalau kamu perlu meninggalkan teman-temanmu yang sama sekali tidak suportif—betapapun baiknya kamu kenal mereka. Kamu perlu berteman dengan orang-orang yang jauh lebih sukses daripada kamu. Persahabatan menentukan masa depan. Bila kamu ingin sukses, bertemanlah dengan orang sukses. Kalau kamu ingin kaya, carilah teman-teman baru yang kaya—bukan berarti tidak boleh berteman dengan yang miskin, tapi ini semua mengenai masa depanmu.

Mengutip bagian terakhir dari artikel Shoemoney… “show me your friends and I will show you your future”

Ah, saya mulai berpikir kalau kita ini manusia satu kesatuan yang terpisahkan secara fisik :D

Foto diadaptasi dari We Heart It.

Tags: ,
  • iapp..
    bener banget tuh..
    pertemanan emang menentukan masa depan kita..

    udah bnyk contohnya d lingkungan sini..
  • Hm... Saya ragu untuk meninggalkan teman yang kurang baik adalah karena masih takut akan reaksi mereka (mengatakan saya sombong dsb.), but... akan saya coba. Karena ini tentang masa depan... :D
  • Bagi gue, pertemanan dengan siapa saja sangat menyenangkan. Terlepas dari kesuksesan, mereka semua memiliki sisi kehidupan menarik yang tidak saya miliki. Oleh karena itu saya suka berteman dengan siapa saja. Bicara soal teman dan kesuksesan, teman yang sukses cenderung memberi motifasi kepada kita untuk maju. Sedangkan (maap) teman yang belum sukses cenderung mendorong kita untuk memotifasi mereka untuk maju. Intinya, berteman itu harus imbang sehingga kita bisa belajar dan memberi pelajaran.
  • Manusia tak dapat hidup sendiri, ia akan selalu membutuhkan manusia2 lainnya dan saling berinteraksi dalam kehidupan.
  • Setuju banget. Saya pernah nulis ini di blog saya jika tidak salah. Manusia itu seperti magnet, saling menginduksi satu sama lain :D
blog comments powered by Disqus